Analis senior dari Australian Strategic Policy Institute, Huong Le Thu, mengatakan bila Indonesia sangat berhati-hati dalam masalah Natuna dengan China.
"Saya pikir Indonesia sangat hati-hati selektif tentang bagaimana dan kapan bereaksi dan menanggapi ketegasan China, yang bahkan saya sebut provokasi, di Laut Natuna," ujarnya.
Baca Juga:
TNI AL Siapkan 500 Pelaut untuk Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Huong mengira jika para pengambil keputusan di Indonesia akan menyelesaikan masalah Natuna dengan dialog.
Media asing juga mengungkap bahwa pejabat senior Indonesia menjelaskan jika militer Indonesia melakukan upaya tak terpublikasi tapi tegas di Natuna Utara.
"Fakta bahwa Angkatan Laut Indonesia dan Bakamla (Badan Keamanan Maritim Indonesia) mengerahkan kapal perang dan Coast Guard untuk membayangi Haiyang Dizhi menunjukkan (posisi) Indonesia".
Baca Juga:
TNI AL Uji Tembak Perdana Meriam 127 Mm, KRI Prabu Siliwangi Siap Masuk Lini Tempur
"Tidak harus melakukan tindakan afirmatif seperti menimbulkan konflik atau semacamnya,” katanya.
Bukan tanpa sebab Indonesia bersikap hati-hati terhadap China di Natuna.
Indonesia haramkan Natuna dikuasai asing terutama China karena tak ingin mimpi buruk negeri ini menjadi kenyataan.